Januari 27, 2023

Ingin Tahu Apa Itu Domain? Ini Dia Pengertian dan Fungsinya!

Bagian
domain website

Apa itu domain? Pertanyaan satu ini sering sekali ditanyakan oleh banyak orang, terutama yang ingin memulai untuk membangun sebuah website.

Padahal, domain sendiri sudah sangat umum digunakan di dalam dunia maya atau internet. Namun, tidak semua sadar akan kehadiran domain di internet.

Nah, agar memudahkan Anda untuk memahami lebih jauh apa yang dimaksud dengan domain, ada baiknya untuk menyimak artikel ini sampai habis, ya!

 

 

Apa Itu Domain?

Domain adalah sebuah alamat yang berguna untuk mengidentifikasi sebuah web atau situs agar menjadi lebih mudah untuk dicari oleh user/pengguna.

Sederhananya, domain adalah nama website/situs yang memiliki ekstensi (.com, .net, .id, .ac.id, .org, .co.id, .xyz, dan lain-lain).

Beberapa contoh umum dari sebuah domain yaitu, google.com, belajar.id, pintar.net, keren.co.id, bioskop.xyz, unicef.org, dan lain sebagainya.

Karena sifatnya yang begitu penting, maka domain merupakan elemen utama dalam sebuah website atau situs. Tanpa adanya domain, maka user maupun pemilik website akan mengalami kesulitan dalam menemukan satu sama lain.

 

Fungsi Domain

fungsi domain
Fungsi domain

 

Lantas, apa sebenarnya fungsi utama dari sebuah domain?

Tanpa adanya domain, maka user atau pengguna harus menuliskan IP address di kolom pencarian, setiap kali mereka ingin mengunjungi sebuah website/situs.

IP address sendiri berbentuk rangkaian angka, seperti 12.122.122.12. Setiap website atau situs tentunya memiliki angka yang berbeda-beda, sehingga akan sangat mustahil bagi setiap user untuk menghafalnya setiap kali ingin mengunjungi situs tersebut.

Jika diibaratkan sebuah rumah, domain merupakan alamat yang digunakan orang-orang ketika hendak berkunjung ke rumah Anda. sedangkan IP address bisa digambarkan sebagai koordinat atau titik dimana rumah Anda berada.

Maka dari itu, diciptakanlah domain, yang bertujuan untuk memudahkan user dalam mencari sebuah website, tanpa harus menuliskan IP address setiap website.

 

Baca Juga: Perbedaan Website Statis dan Dinamis, Sudah Tahu?

 

Jenis-jenis Domain

Tadi kita sudah membahas mengenai pengertian dan juga fungsi dari domain itu sendiri. Berikutnya kita akan membahas mengenai jenis-jenis domain yang umum digunakan. Berikut beberapa jenisnya.

 

1. Top Level Domain (TLD)

TLD menandakan bahwa domain-domain yang masuk ke dalam kategori ini berarti memiliki peringkat teratas dalam sistem di internet.

Ada beberapa ekstensi dari TLD yang bisa Anda gunakan, beberapa ekstensi yang populer, seperti .com, .net, .org, dan juga .edu.

TLD resmi sendiri dikelola oleh organisasi yang disebut dengan Internet Assigned Numbers Authority (IANA).

 

2. Country Code Top Level Domain (ccTLD)

Sesuai dengan namanya, ccTLD merupakan ekstensi domain yang merepresentasikan sebuah negara.

ccTLD menggunakan ekstensi yang terdiri dari dua huruf saja, berdasarkan kode negara internasional. Misalnya, .id merepresentasikan Indonesia, .uk merepresentasikan United Kingdom atau Inggris, .jp merepresentasikan Jepang, dan lain sebagainya.

Secara garis besar, ccTLD memiliki fungsi yang sama dengan ekstensi domain pada umumnya. Namun, penggunaan ccTLD akan memudahkan user dalam mengidentifikasi dari mana website atau situs yang mereka kunjungi berasal.

 

3. Generic Top Level Domain (gTLD)

gTLD tidak menggunakan kode negara. Biasanya, gTLD digunakan untuk tujuan tertentu. Misalnya, .org digunakan oleh website-website organisasi tertentu ataupun lembaga nirlaba.

Beberapa contoh lain dari gTLD yang umum ditemukan, yaitu:

  • .net : digunakan untuk website jaringan atau penyedia layanan internet
  • .info : digunakan untuk website yang berkaitan dengan informasi
  • .biz : digunakan untuk website bisnis
  • .com : digunakan untuk website komersial

 

Meskipun begitu, sudah banyak website atau situs-situs umum yang menggunakan gTLD. Selain itu, Anda juga tidak perlu untuk memenuhi persyaratan tertentu untuk dapat menggunakan gTLD.

 

4. Premium Top Level Domain

Premium TLD adalah kumpulan ekstensi domain yang memiliki sifat lebih spesifik dalam menunjukkan identitas suatu organisasi maupun konten yang ada pada website tersebut.

Premium TLD umumnya digunakan oleh organisasi besar yang berada pada industri tertentu, dengan tujuan agar lebih mudah untuk dikenali oleh masyarakat luas.

Beberapa contoh Premium TLD yang populer, yakni:

  • .tech
  • .movie
  • .cars
  • .auto
  • .investment

 

5. Second Level Domain (SLD)

Jenis yang kedua yaitu disingkat dengan sebutan SLD atau Second Level Domain. Apa itu SLD? 

SLD atau Second Level Domain mengarah pada nama yang digunakan oleh sebuah lembaga atau organisasi. 

Misalnya, terdapat domain dengan nama cassandra.id, kata “cassandra” yang terdapat pada domain tersebut yang dinamakan dengan SLD atau Second Level Domain. Contoh lainnya, facebook.com, maka SLD pada domain tersebut yakni kata “facebook”.

Jika Anda berniat untuk membangun sebuah website, maka pastikan SLD yang Anda buat harus pendek, sebisa mungkin relevan dengan tujuannya, mudah diingat, dan mudah diketik.

 

6. Third Level Domain

Jika TLD berada di posisi akhir sebuah domain, lalu SLD berada di tengah-tengah sebuah domain, maka jenis yang ketiga ini berada di posisi paling depan atau di depan SLD.

Third Level Domain biasanya disebut juga dengan sebutan subdomain. Agar memudahkan Anda, berikut contoh dari Third Level Domain.

Kali ini kita akan menggunakan domain support.google.com sebagai contoh. Nah, kata “support” pada domain tersebut menandakan Third Level Domain atau subdomain, sedangkan kata “google” merupakan SLD, dan .com merupakan TLD, seperti yang kita sudah bahas di atas.

 

Perbedaan Domain dengan Hosting

Selain domain, ada juga istilah hosting yang selalu melekat antara satu sama lain. Kedua hal ini memang saling terikat dan tidak dapat dipisahkan.

Sebagai gambaran, hosting itu selayaknya tanah yang akan dibangun sebuah bangunan dan domain merupakan bangunannya. Maka dari itu, sebuah domain tidak dapat berdiri tanpa adanya hosting, selayaknya rumah yang tidak dapat dibangun tanpa ada tanah dibawahnya.

Peran dari hosting sendiri yaitu untuk menyimpan situs web yang Anda buat pada sebuah server yang ditawarkan oleh perusahaan hosting. Setiap situs web yang ada di internet saat ini, tentunya memiliki domain dan juga hosting untuk dapat berdiri.

Sebagai catatan, domain dan juga hosting merupakan layanan yang terpisah. Itu artinya, Anda bisa membeli keduanya di perusahaan yang berbeda. Meski begitu, sangat disarankan untuk membeli domain dan juga hosting di perusahaan yang sama, supaya pengelolaan website Anda lebih mudah. 

Saat ini sudah banyak perusahaan hosting yang menyediakan paket sekaligus dengan domainnya, guna mempermudah user dalam membuat websitenya masing-masing.

 

Baca Juga: Pentingnya Website Bagi Bisnismu!

 

Tips Memilih Domain Bagi Bisnismu

tips memilih domain
Tips memilih domain

 

Jika Anda dalam waktu dekat ini memiliki niat atau ingin membangun website Anda sendiri dan masih bingung dalam memilih domain yang tepat. Maka, berikut beberapa tips penting yang bisa Anda simak.

 

1. Pilih nama yang simpel dan mudah diingat

Setiap nama yang kita berikan tentunya akan memberikan pengaruh terhadap diri kita sendiri, begitu juga dengan nama domain.

Sebelum memilih nama domain, pastikan bahwa nama yang akan Anda pilih nantinya, tidak terlalu panjang dan mudah untuk diingat oleh user ataupun pengunjung.

Saran kami, usahakan tidak membuat nama domain lebih dari tiga kata. Nama domain yang singkat atau pendek akan lebih mudah untuk diingat dan juga lebih terlihat minimalis.

 

2. Mudah diketik

Tips kedua yaitu selain nama yang sederhana, pastikan juga bahwa nama domain yang Anda pilih mudah diketik pada kolom pencarian atau search engine.

Sebagai contoh, nama domain p1n-t4r.com akan jauh lebih sulit untuk diketik, dibandingkan dengan nama domain pintar.com.

Jika nama domain Anda sulit diketik, maka user akan kesulitan mencari website Anda dan bahkan enggan untuk kembali mengunjungi website Anda. Tak hanya itu, nama domain yang sulit diketik, akan berkurang nilai profesionalitasnya.

 

3. Usahakan menggunakan kata kunci

Apa maksud dari menggunakan kata kunci pada sebuah domain? Maksudnya yaitu membuat kata kunci bisnis menjadi nama domain Anda.

Contohnya, Anda memiliki bisnis sepatu dan ingin segera membangun website. Jika memungkinkan, Anda bisa menyematkan keyword sepatu pada nama domain Anda. misalnya, sepatukece.com atau sepatukece.id.

Dengan memasukkan kata kunci pada nama domain, maka kesempatan domain untuk muncul di rangking atas akan semakin besar juga.

Walaupun begitu, lakukan tips ini jika memang kata kunci tersebut bisa dijadikan nama domain. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa menggunakan nama lain atau tidak memasukkan kata kunci tersebut sama sekali.

 

4. Jangan gunakan domain yang sudah ada

Tips selanjutnya yaitu jangan gunakan nama domain yang sudah digunakan oleh pihak atau brand lain.

Hal ini dapat membingungkan user atau pengunjung nantinya. Apalagi, jika nama domain yang mirip tersebut sudah dipatenkan oleh pihak lain. Maka bukan tidak mungkin Anda akan terjerat masalah hukum.

Sudah memikirkan domain yang unik tapi masih bingung bagaimana membuat websitenya? Percayakan pembuatan website ke Cassandra. Jasa buat website dari Cassandra sudah menghasilkan puluhan website yang professional dengan tampilan menarik. Segera hubungi tim kami!

 

5. Pilih nama domain yang selalu relevan

Maksudnya memilih nama domain yang selalu relevan yakni, apabila suatu saat Anda ingin beralih menjalankan bisnis yang lain, website Anda tetap bisa digunakan dan tetap relevan.

Contohnya, saat ini Anda memiliki bisnis sepatu. Lalu, suatu saat nanti Anda ingin berubah haluan menjadi bisnis makanan ringan. Maka, pastikan nama website Anda tetap relevan dengan bisnis makanan ringan tersebut.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan yaitu dengan memilih nama domain yang dapat selalu relevan dengan banyak bisnis. Lakukan ini jika Anda memiliki rencana untuk merubah bisnis di kemudian hari.

 

6. Pakai ekstensi yang tepat

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Ekstensi adalah huruf yang ada di akhir sebuah website, seperti .com, .org, .gov, .net, .co.id, .id, dsb.

Nah, pilihlah ekstensi yang sesuai dengan bisnis atau tujuan website Anda. Dengan begitu, user akan lebih mudah dalam mengetahui atau mengidentifikasi website dan juga konten yang ada di dalamnya.

 

7. Gunakan brand sebagai domain

Tips yang ketujuh sekaligus menjadi yang terakhir yaitu Anda bisa menggunakan nama brand yang Anda miliki sebagai nama domain.

Sejatinya, setiap bisnis pasti memerlukan sebuah brand. Dengan adanya brand, maka produk atau layanan yang ditawarkan dapat lebih mudah diingat dan dipercaya oleh para konsumen.

Dengan menggunakan brand sebagai nama domain, maka kesempatan website Anda untuk dikenal dan diingat oleh konsumen akan semakin besar juga.

 

Baca Juga: Apakah Cookies di Browser Berbahaya?

 

Nah, itulah pembahasan mendalam mengenai apa itu domain, mulai dari pengertian, fungsi, jenis, hingga tips dalam memilihnya. Semoga setelah membaca artikel ini, Anda tidak bingung lagi mengenai domain dan juga hosting, ya!

Post Tags : 

Share :